Produsen raksasa mobil Korea Selatan itu melalui produknya
Hyundai Sonata dan Kia Optima dituding telah menggunakan teknologi hibrida
serupa dan gugutan sudah diajukan Kamis (16/2/2012) di pengadilan federal
Baltimore. Paice terus berusaha menjegal Hyundai dan KIA untuk tidak
memproduksi hibrida kecuali mau diselesaikan dengan jalan membayar
lisensi tersebut. Dalam keterangan yang dikutip caradvice hari ini
(20/2/2012) menyebutkan, “Di awal 2004 kami telah menghubungi Hyundai untuk
mendiskusikan dan menawarkan teknologi hybrid ini.” Karena tidak ada kelanjutan
kerjasama namun secara tiba – tiba teknologi tersebut muncul di salah satu
produknya, Paice menganggap pengadilan adalah solusinya. Sebelumnya,
Paice pernah menuntut Toyota pada 2010 karena juga memakai sistem hibrida
yang sudah dipatenkan sejak 1994. Setelah berjibaku selama setahun, akhirnya
kedua perusahaan menyelesaikan kemelut tersebut di luar pengadilan, dan Toyota
pun terus memproduksi kendaraan hybrid. Ford pun sempat bersitegang,
namun tidak sampai ke meja hijau karena menyetujui penggunaan lisensi teknologi
Paice.
PENDAPAT
Menurut saya seharusnya kasus pelanggaran teknologi hybrid
yang di langgar oleh perusahaan mobil KIA dan HYUNDAI ini ditangani oleh
pengadilan kemudian pengadilan memutuskan hukumannya sesuai dengan UU nomor 14
tahun 2001 pasal 131-135 yang berupa hukuman penjara selama 4 tahun dan denda
maksimal 500 juta atau produksi mobil dihentikan. Sebaiknya perusahaan mobil
KIA dan HYUNDAI mendaftarkan hak paten atau lisensi begitu menemukan teknologi
baru agar tidak terjadi pelanggaran hak paten seperti kasus diatas. Sebagaiknya
setiap penemuan teknologi baru harus segera didaftarkan hak patennya agar tidak
merugikan bagi perusahaan dan tidak memberikan pandangan yang buruk bagi
konsumen terhadap perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar