Selasa, 13 Oktober 2015

Bully

“Bully”
( Tema : Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme )

 Penindasan (Bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar rasagamagenderseksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang dimana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.
Penindasan fisik
Tindakan penindasan dengan kontak secara fisik yang menimbulkan perasaan sakit fisik, luka, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Contohnya memukul, menampar, atau menendang orang lain.
Penindasan psikologis
Tindakan penindasan yang menimbulkan trauma psikologis, ketakutan, depresi, kecemasan, atau stres. selain itu juga menimbulkan kegalauan/gusar.
Saat ini, bullying bukan hanya berkembang di lingkungan para remaja. Tetapi juga pada anak anak. Sebab terkadang contoh contoh yang mereka lihat dari media seperti televisi justru banyak menampilkan adegan adegan bullying. Bukan hanya di sinetron sinetron anak remaja, tapi di film film serial anak anak bahkan sudah banyak menampilkan tindakan bullying.

    Anak anak nakal yang sering melakukan bullying kepada anak lain juga tidak bisa langsung divonis bersalah. Kita harus melihat latar belajang lingkungannya. Bagaimana orangtua dan saudara saudaanya memberi contoh. Kita seharusnya lebih peka terhadap perubahan prilaku anak. Dan memberikan suasana yang nyaman pada mereka selama di rumah serta menanamkan nilai nilai yang baik pada mereka. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar