YOGYAKARTA
WUJUD
KEBUDAYAAN DAN UNSUR KEBUDAYAAN PADA MASYARAKAT YOGYAKARTA
Terdapat 3 wujud kebudayaan,
yaitu :
1. ide/ gagasan : suatu pola
pikir, contoh wujud kebudayaan dari gagasan pada masyarakat yogyakarta ialah
mempercayai adanya hal hal yang berbau mistis,seperti mempercayai benda benda
pusaka, makna motif batik dan lain lainnya
2. aktifitas :
kegiatan/tindakan yang di lakukan masyarakat. contoh wujud kebudayaan
dari aktifitas pada masyarakat yogyakarta ialah siraman
pusaka,labuhan,pemberian sesajen pada tempat yang di anggap terdapat sesepuh
yang telah tiada, dan lainnya
3. hasil budaya : berupa
suatu peninggalan,hasil karya/benda/fisik. contoh wujud kebudayaan dari hasil
budaya pada masyrakat yogyakarta ialah keraton,alun alun,batik,keris dan
lainnya
1.
Pengertian Umum Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah
Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara
Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa
Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan
berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia.
Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini
terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78
kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah
penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986
perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2.
Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta
yang terlalu panjang menyebabkan sering terjadinya penyingkatan nomenkaltur
menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa ini sering diidentikkan dengan
Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat disebut dengan Jogja, Yogya,
Yogyakarta, Jogjakarta. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi
DKI Jakarta, Daerah
Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional.
Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tempat tujuan wisata andalan setelah
Provinsi Bali. Selain itu Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah terparah
akibat bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 dan erupsi Gunung Merapi pada
medio Oktober-November 2010.
2.
Aktifitas dalam kehidupan (kegiatan sehari-hari)
Yogyakarta adalah kota
budaya, kota pelajar sekaligus kota sejarah. Peradaban Yogyakarta mulai
tercatat sejak Kerajaan Mataram Kuno dan hingga sekarang masih banyak
dilestarikan oleh masyarakatnya. Saat ini tradisi dan budaya Jawa khususnya
yang berasal dari Kerajaan Mataram telah menjadi bagian hidup sehari-hari
masyarakat Yogyakarta.
Budaya dan kultur Jawa
serta keramahan masyarakat setempat teracik menjadi satu kehidupan yang dinamis
di dalam perkembangan kota yang semakin modern. Ini adalah ciri khas dan daya
tarik yang unik serta menjadi magnet tersendiri untuk wisatawan atau siapapun
yang berkunjung ke Yogyakarta, dipastikan memiliki keinginan untuk datang kembali
ke kota ini.
Dengan keindahan alam yang
memikat, seni budaya dan tradisi serta ditambah dengan keramah tamahan
masyarakat, menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu tujuan utama pariwisata di
Indonesia. Di kota ini juga begitu mudahnya ditemukan berbagai atraksi
pertunjukan seni, gallery serta balai budaya. Yogyakarta juga terkenal dengan
segala sesuatu yang murah meriah, itulah sebabnya banyak sekali wisatawan yang
datang ke Yogyakarta khusus untuk berbelanja.
Dengan kondisi geografis
yang berada tepat di tengah-tengah Pulau Jawa, menjadikan kota ini mudah
terjangkau dari arah manapun. Dibatasi oleh Gunung Merapi di sebelah utara dan
Samudera Hindia di sebelah selatan serta iklim yang relatif bersahabat
memudahkan wisatawan untuk merencanakan perjalanannya ke Yogyakarta tanpa
khawatir terganggu oleh masalah cuaca.
3.
Suatu benda hasil budaya
- Perak
Kerajinan perak di Yogyakarta terkenal karena
kekhassannya. Kerajinan ini berpusat di KotaGede, dimana hampir seluruh
masyarakat di daerah ini menjadi pengrajin penjualperak, banyak para wisatawan
yang datang ke tempat ini bila hendak membeli kerajinan perak.
- Wayang
Seni wayang banyak terdapat di daerah jawa,
khususnya jogjakarta, para pengrajin maupun pendalang sudah diwariskan secara
turun temurun. Pengarajin wayang banyak terdapat di daerah pasar ngasem,
bahan-bahan dari wayang ini terbuat dari kulit sapi atau kerbau, sehingga tidak
mudah rusak dan awet. Wayang mudah di dapat juga di daerah sepanjang malioboro.
Wayang dikenal sejak zaman prasejarah yaitu sekitar
1500 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Indonesia memeluk kepercayaan animisme
berupa pemujaan roh nenek moyang yang disebut hyang atau dahyang, yang
diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar.
- Batik Jawa
Hokokai
Batik Jawa Hokokai. Dibuat dengan teknik tulis
semasa pendudukan Jepang di Jawa (1942-1945). Ia berupa kain panjang yang
dipola pagi/sore (dua corak dalam satu kain) sebagai solusi kekurangan bahan
baku kain katun di masa itu. Ciri lain yang mudah dikenali adalah pada
motifnya. Motif kupu-kupu, bunga krisan, dan detail yang bertumpuk menjadikan
Batik Jawa Hokokai menempati posisi karya seni yang mulia.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar