Minggu, 12 Oktober 2014

TULISAN I

YOGYAKARTA

WUJUD KEBUDAYAAN DAN UNSUR KEBUDAYAAN PADA MASYARAKAT YOGYAKARTA

Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu :
1. ide/ gagasan : suatu pola pikir, contoh wujud kebudayaan dari gagasan pada masyarakat yogyakarta ialah mempercayai adanya hal hal yang berbau mistis,seperti mempercayai benda benda pusaka, makna motif batik dan lain lainnya
2. aktifitas : kegiatan/tindakan  yang di lakukan masyarakat. contoh wujud kebudayaan dari aktifitas pada masyarakat yogyakarta ialah siraman pusaka,labuhan,pemberian sesajen pada tempat yang di anggap terdapat sesepuh yang telah tiada, dan lainnya
3. hasil budaya : berupa suatu peninggalan,hasil karya/benda/fisik. contoh wujud kebudayaan dari hasil budaya pada masyrakat yogyakarta ialah keraton,alun alun,batik,keris dan lainnya

1.    Pengertian Umum Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah  dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2.
Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menyebabkan sering terjadinya penyingkatan nomenkaltur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa ini sering diidentikkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Selain itu Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah terparah akibat bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 dan erupsi Gunung Merapi pada medio Oktober-November 2010.

2.       Aktifitas dalam kehidupan (kegiatan sehari-hari)

Yogyakarta adalah kota budaya, kota pelajar sekaligus kota sejarah. Peradaban Yogyakarta mulai tercatat sejak Kerajaan Mataram Kuno dan hingga sekarang masih banyak dilestarikan oleh masyarakatnya. Saat ini tradisi dan budaya Jawa khususnya yang berasal dari Kerajaan Mataram telah menjadi bagian hidup sehari-hari masyarakat Yogyakarta.

Budaya dan kultur Jawa serta keramahan masyarakat setempat teracik menjadi satu kehidupan yang dinamis di dalam perkembangan kota yang semakin modern. Ini adalah ciri khas dan daya tarik yang unik serta menjadi magnet tersendiri untuk wisatawan atau siapapun yang berkunjung ke Yogyakarta, dipastikan memiliki keinginan untuk datang kembali ke kota ini.

Dengan keindahan alam yang memikat, seni budaya dan tradisi serta ditambah dengan keramah tamahan masyarakat, menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu tujuan utama pariwisata di Indonesia. Di kota ini juga begitu mudahnya ditemukan berbagai atraksi pertunjukan seni, gallery serta balai budaya. Yogyakarta juga terkenal dengan segala sesuatu yang murah meriah, itulah sebabnya banyak sekali wisatawan yang datang ke Yogyakarta khusus untuk berbelanja.

Dengan kondisi geografis yang berada tepat di tengah-tengah Pulau Jawa, menjadikan kota ini mudah terjangkau dari arah manapun. Dibatasi oleh Gunung Merapi di sebelah utara dan Samudera Hindia di sebelah selatan serta iklim yang relatif bersahabat memudahkan wisatawan untuk merencanakan perjalanannya ke Yogyakarta tanpa khawatir terganggu oleh masalah cuaca.




3.     Suatu benda hasil budaya
-  Perak
Kerajinan perak di Yogyakarta terkenal karena kekhassannya. Kerajinan ini berpusat di KotaGede, dimana hampir seluruh masyarakat di daerah ini menjadi pengrajin penjualperak, banyak para wisatawan yang datang ke tempat ini bila hendak membeli kerajinan perak.
-   Wayang
Seni wayang banyak terdapat di daerah jawa, khususnya jogjakarta, para pengrajin maupun pendalang sudah diwariskan secara turun temurun. Pengarajin wayang banyak terdapat di daerah pasar ngasem, bahan-bahan dari wayang ini terbuat dari kulit sapi atau kerbau, sehingga tidak mudah rusak dan awet. Wayang mudah di dapat juga di daerah sepanjang malioboro.
Wayang dikenal sejak zaman prasejarah yaitu sekitar 1500 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Indonesia memeluk kepercayaan animisme berupa pemujaan roh nenek moyang yang disebut hyang atau dahyang, yang diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar.
 
-  Batik Jawa Hokokai


Batik Jawa Hokokai. Dibuat dengan teknik tulis semasa pendudukan Jepang di Jawa (1942-1945). Ia berupa kain panjang yang dipola pagi/sore (dua corak dalam satu kain) sebagai solusi kekurangan bahan baku kain katun di masa itu. Ciri lain yang mudah dikenali adalah pada motifnya. Motif kupu-kupu, bunga krisan, dan detail yang bertumpuk menjadikan Batik Jawa Hokokai menempati posisi karya seni yang mulia.